Batam - (Kamis, 24/03) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kedatangan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Norman Sasono beserta tim dan Koordinator Pengelolaan Data dan Pelaporan dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Fedy Mulyana Pasya di Ruang Aula Ajat Sudrajat Kantor Imigrasi Batam. Kunjungan beliau kali ini dalam rangka koordinasi dan pemantauan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam.

Dalam pertemuan di Ruang Aula dilakukan tanya jawab terkait kondisi saat ini terkait data-data perlintasan, skema travel bubble khusus nongsa, Travel Corridor Arrangement (TCA), ketentuan mengenai Karantina, Surat Edaran Satgas Covid yang berlaku, Bebas Visa Kunjungan bagi Warga Negara Singapura dan Visa On Arrival serta Vaccinated Travel Lane (VTL) sebagai bahan analisis untuk promosi pariwisata dalam pemulihan ekonomi nasional, dengan adanya kemudahan memasuki wilayah Indonesia melalui Batam dan Bintan diharapkan dapat mendorong pariwista di Kepulauan Riau.

Dalam rangka meningkatkan kerjasama pencatatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2022 yang masuk melalui pintu utama, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah melaksanakan kegiatan kunjungan koordinasi ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada tanggal 20-22 Maret 2022, serta saat in sedang berlangsung kunjungan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Uban pada tanggal 23-26 Maret 2022.

Terakhir saat kunjungan ke Pelabuhan Nongsa, Norman mengucapkan terima kasih atas sambutan dan insight kepada Pihak Imigrasi Batam dan Instansi yang terkait. "Kami berharap kondisi membaik sehingga dengan adanya kunjungan WNA pemulihan ekonomi di Batam dan Kepri berangsur pulih secara terus menerus serta kami berusaha mendukung dengan kebijakan yang memudahkan pariwisata seperti pembangunan Sirkuit F1 di Lagoi, Bintan. Kami selalu bergandengan dengan Dirjenim dan khususnya Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian (Sistik) dalam penyediaan data dan koordinasi dengan teman-teman di daerah, semoga dapat terus berjalan sebab Imigrasi sebagai ujung tombak penanganan orang asing yg berkunjung ke Indonesia.", ujarnya.