Batam – (Rabu, 08/12) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kembali melaksanakan Operasi Gabungan / Joint Operation dengan Guskamla Koarmada I Batam. Hari ini merupakan hari terakhir dari serangkaian Operasi Gabungan yang telah dimulai sejak hari Senin, 29 November 2021. Operasi Gabungan / Joint Operation Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi antar instansi penyelenggara negara khususnya penegakan hukum di perairan. Sejumlah Instansi telah turut serta dalam pelaksanaan rangkaian OPSGAB kali ini seperti: Bea Cukai, BIN Daerah, KKP, Lanal, Marinir, PSDKP, Polairud, Syahbandar, dan Guskamla.
Pada Operasi Gabungan hari terakhir ini, kegiatan diawali dengan apel penutupan. Bapak Tessa Harumdilla, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian mengambil alih sebagai komandan apel. Bertindak sebagai Pembina adalah Bapak Yudi Kurniadi, Analis Keimigrasian Ahli Utama.
Bapak Yudi Kurniadi selaku Pembina Penegakan Hukum Internasional Provinsi Kepulauan Riau, menyampaikan bahwa dalam Operasi Gabungan yang telah dilaksanakan ini, pengawasan dalam rangka penegakan hukum dilakukan di 4 lokasi perairan seperti: Perairan Sekupang, Batu Ampar, Punggur, dan Barelang dengan menyisir sekitar 30 (tiga puluh) kapal yang berada di perairan tersebut.
“Harapannya semoga Operasi Gabungan / Joint Operation dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan sejumlah instansi terkait dapat berlanjut,” ucap Beliau.
Beliau juga menyampaikan bahwa secara substansi penyelenggaraan kegiatan sudah berjalan dengan baik, dari sisi pelaksanaanya juga sudah berjalan dengan baik. Di beberapa tempat juga telah dilaksanakan operasi gabungan seperti di Palu, Sorong, dan Riau. Bapak Yudi Kurniadi menambahkan bahwa kegiatan Opsgab ini juga merupakan program Direktorat Jenderal Imigrasi. Opsgab ini juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa Imigrasi bukan hanya instansi yang menyelenggarakan pelayanan Publik, namun juga merupakan instansi yang melaksanakan penegakan hukum.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak I. Ismoyo juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat luar biasa, bagaimana Imigrasi Batam menjalin kemitraan, kolaborasi, dan sinergi. Hal paling penting adalah adanya penyatuan visi, sinergi, dan kolaborasi instansi-instansi terkait dalam pengawasan dan penegakan hukum di perairan.
Bapak I.Ismoyo menambahkan bahwa dalam kegiatan operasi gabungan ini melibatkan lebih dari 200 (dua ratus) personil dari berbagai instansi yang dilaksanakan selama 8 (delapan) hari dari tanggal 29 November hingga 8 Desember 2021. Harapan Bapak I.Ismoyo, bahwa Operasi Gabungan ini dapat menyatukan visi dan misi lingkup kerja, tugas dan fungsi, serta kebijakan yang ada pengawasan dan penegakan hukum di Perairan Kepulauan Riau, mengingat Kepri merupakan etalase pengawasan Perairan di Indonesia dan akan menjadi Role Model penegakan hukum di bidang Keimigrasian di seluruh Indonesia, kemudian menjadikannya pola penegakan hukum dan pengawasan di Perairan Kepri sebagai sebuah visitasi pembelajaran bagi penerus tugas bidang Keimigrasian khususnya taruna Poltekim / Keimigrasian. Beliau menambahkan, Output dan Outcome yang disasar dalam Operasi Gabungan kali ini adalah terpatuhinya peraturan perundang-undangan di Indonesia. Kemudian hal yang paling penting adalah pembinaan dan pendekatannya persuasif, Misalnya jika ada hal hal yang belum terpenuhi maka langsung dilakukan pembinaan. Kegiatan Operasi Gabungan / Joint Operation berjalan dengan baik. Di lapangan, terpatuhinya semua ketentuan yang berlaku di perairan Indonesia. Tidak ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kapten kapal, kru, serta lainnya.