Keluarga besar Imigrasi Batam menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor yang menerpa Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan kesabaran.

Bencana alam angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor menerpa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Minggu (4/4/2021). Berdasarkan Peta Kejadian Bencana Alam Provinsi NTT milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 10 kabupaten dan kota terdampak bencana ini. Berikut 10 wilayah terdampak bencana alam di NTT, berdasarkan data BNPB, Selasa (6/4/2021):

1. Kabupaten Sumba Barat.
Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) atau 284 jiwa mengungsi. Sementara itu, 54 unit rumah terdampak banjir. 

2. Kabupaten Sumba Timur.
Sebanyak 1.803 KK atau 7.212 jiwa mesti mengungsi. Tidak tercatat korban jiwa atau warga yang dinyatakan hilang di kabupaten ini. 

3. Kabupaten Ngada.
Sebanyak 6 KK terdampak dan 1 orang korban luka akibat bencana angin kencang di Kabupaten Ngada. Data BNPB menunjukkan, 4 rumah mengalami rusak berat dan 2 rumah rusak sedang.

4. Kabupaten Flores Timur.
Sebanyak 49 korban meninggal dunia, 22 orang dinyatakan luka-luka, dan 23 orang hilang serta 256 jiwa mesti mengungsi. Data BNPB juga menunjukan, 218 KK terdampak bencana tersebut. 

5. Kabupaten Lembata.
Sebanyak 16 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, 98 luka-luka, dan 958 jiwa mengungsi di Kabupaten Lembata. Berdasarkan data BNPB, terdapat 224 rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan 75 rumah rusak ringan.

6. Kabupaten Alor.
Sebanyak 15 orang meninggal dan 24 orang dinyatakan hilang. Sementara itu, 25 orang dinyatakan luka-luka dan 127 rumah rusak. 

7. Kabupaten Ende.
Sebanyak  Satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 30 rumah dinyatakan terdampak bencana banjir di Kabupaten Ende. 

8. Kota Kupang.
Sebanyak 1 orang meninggal dunia dan 743 KK atau 2.190 jiwa terdampak. Sebanyak 657 rumah terdampak cuaca ekstrem dan 10 rumah dinyatakan rusak sedang. 

9. Kabupaten Rote Ndao.
Sebanyak 153 KK dan 672 jiwa mengungsi di Kabupaten Rote Ndao. 

10. Kabupaten Malaka.
Sebanyak 2 orang meninggal dunia serta 1.154 rumah terdampak. Hingga kini, data BNPB tidak menyebutkan adanya korban hilang, atau kerusakan skala ringan, hingga berat pada rumah warga. 

Semoga Allah SWT selalu melindungi negeri kita, terutama yang terkena bencana.