BATAM — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan informasi publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, saat menghadiri kegiatan Mini Kopi Darat (Kopdar) Humas Imigrasi Tahun 2026 di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini dihadiri para pengelola kehumasan dari berbagai satuan kerja. Tujuannya adalah memperkuat komunikasi publik serta memastikan penyebaran informasi kepada masyarakat dapat lebih edukatif di era digital.

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menekankan pentingnya peran humas pemerintah sebagai garda terdepan dalam membangun citra positif institusi serta meluruskan berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat.


"Humas instansi pemerintah saat ini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pencatat kegiatan, melainkan sebagai strategic communicator yang mampu membaca situasi, merespons isu secara cepat dan akurat, serta membangun kepercayaan publik melalui narasi yang konstruktif," ujar Hendarsam di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, sinergi lintas satuan kerja, khususnya di wilayah strategis seperti Batam sebagai beranda depan negara, sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan dan inovasi keimigrasian dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat lokal maupun warga negara asing.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, menyambut positif pelaksanaan Mini Kopdar Humas Imigrasi 2026. Menurutnya, acara ini menjadi wadah efektif untuk meningkatkan kapasitas teknis sekaligus memperluas jejaring kerja antar pengelola humas.

"Batam memiliki dinamika mobilitas yang sangat tinggi, sehingga tantangan kehumasan di sini pun cukup unik. Melalui kegiatan ini, kami di Imigrasi Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat," ungkap Wahyu Eka Putra.

Mini Kopdar Humas Imigrasi 2026 diisi dengan diskusi interaktif, berbagi praktik terbaik media sosial, dan penguatan mitigasi krisis komunikasi. Melalui acara ini, diharapkan para pengelola kehumasan semakin siap menghadapi tantangan disinformasi serta mampu menyajikan informasi pelayanan publik yang prima dan akuntabel.