Bagikan Halaman:

KENDARI – Petugas Imigrasi Klas IA Kendari dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara menggerebek rumah penduduk di Jalan Letjen R Suprapto, Kelurahan Tobuuha, Kendari, Sulawesi Tenggara. Pasalnya, rumah tersebut diduga sebagai tempat penampungan imigran gelap.

Dari penggerebekan itu, 57 orang warga negara asing berkebangsaan Iran diamankan petugas dan digiring ke rumah karantina kantor Imigrasi Klas 1A Kendari.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM, Sultra Osdi Arman, mengatakan, penggerebekan itu berdasarkan laporan dari masyarakat tentang adanya rumah yang dijadikan penampungan imigran gelap. Informasi itu ternyata benar bahwa rumah tersebut memang dihuni puluhan orang asing yang diduga sebagai imigran gelap.

"Saat kami lakukan penggerebekan, di rumah itu terdapat 57 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, umurnya kisaran 30-an begitu. Penggerebekan kami lakukan tengah malam Sabtu (11/5/2013), lalu puluhan orang asing tersebut kami angkut ke kantor Imigrasi," terang Osdi dihubungi, Rabu (15/5/2013).

Saat itu, lanjutnya, puluhan warga Iran itu bisa menunjukkan paspornya. Mereka mengaku pergi ke Kendari untuk berwisata. Namun, pihak Imigrasi tidak memercayainya begitu saja, apalagi penampilan dan dokumen kelengkapan lainnya tidak mendukung.

"Mereka mencoba mengelabui petugas dengan mengaku sebagai wisatawan dan mereka mengira Kendari seperti Bali," beber Osdi.

"Kami tetap tahan dan melakukan penyidikan lanjutan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah surat resmi yang dimiliki palsu atau asli," lanjutnya.

Sementara pemilik rumah tempat penampungan imigran gelap tidak ditahan, hanya diperiksa.

Osdi menambahkan, pihaknya telah melaporkan penahanan 57 warga Iran ini ke Internastional Organization for Migration (IOM) Indonesia. Namun, pihak IOM tidak bersedia menanganinya dengan alasan para imigran tersebut memiliki kelengkapan imigrasi.

Saat ini, 57 warga negara Iran ini diinapkan di Hotel Bimo, Hotel Zakiah, dan Hotel Aprilia, Kendari, sambil menunggu kejelasan nasib mereka dari kantor Kementerian Hukum dan HAM.

Wilayah Sulawesi Tenggara kerap dijadikan jalur transit para imigran gelap yang hendak mencari suaka ke Australia. Para imigran tersebut berasal dari negara Myanmar, Banglades, Pakistan, Vietnam, dan Iran.

 

Sumber : http://regional.kompas.com

Category — Berita Mancanegara